UNSUR POKOK PENUNJANG PROSES DESAIN GRAFIS

Jika sebelumnya saya sudah membahas tentang Memahami Desain Grafis, Prinsip dan Unsur Desain Grafis, maka kali ini ane akan bahas mengenai unsur pokok penunjang desain grafis. Apa saja unsur pokok penunjang desain tersebut? Berikut penjelasannya:

Estetis

Estetis yaitu rancangan desain grafis yang harus memiliki unsur estetika atau keindahan. Tidak semuanya karya grafis mampu memenuhi unsur-unsur estetika secara menyeluruh. Kendati demikian desainer pasti selalu ingin tampil khas didalam merancang, termasuk dalamnya menggunakan pendekatan-pendekatan estetis. Unsur fungsi semata kurang berarti tanpa unsur keindahan. Desainer harus memperhatikan elemen-elemen grafis dan prinsip-prinsip desain. Seperti hal yang telah disebutkan bahwa estetika juga menyangkut komposisi sebagai satu kesatuan yang menarik, nikmat untuk dipandang, tidak berlebihan dan memberikan kesan. Apa yang dikomposisikan adalah elemen-elemen grafisasi mengikuti prinsip-prinsip desain tertentu secara terarah.

Estetika dalam dunia desain adalah bagian dari fungsi suatu produk, alat kerja, dan semacamnya. Didalam teori desain dikenal prinsip “form follow function” yaitu bentuk desain mengikuti fungsi. Selain memenuhi fungsi, ada tiga aspek desain yang haru dipenuhi jika suatu produk desain ingin dianggap berhasil, yaitu produk desain harus memiliki aspek keamanan, kenyamanan dan keindahan (estetika).

Aspek keamanan yang berarti suatu produk desain tidak mencelakai pemakainya. Aspek kenyamanan berarti suatu produk desain proporsinya pas ketika dipakai. Aspek keindahan berarti suatu produk di desain harus enak dilihat. Sebuah kursi harus kuat supaya tidak rubuh ketika diduduki, maka ini berkaitan dengan keamanan. Kursi harus proporsional dengan ukuran manusia, sehingga terasa pas dipakai. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, nyaman ketika diduduki.

Unsur-unsur dari estetika sendiri menurut pendapat A.M Djelantik ada tiga, yaitu:

  • Wujud atau rupa
  • Bobot/isi
  • Penampilan atau penyajian

Wujud mengikat bentuk (unsur yang mendasar) dan susunan atau struktur. Bobot menyangkut bukan apa yang dilihat semata namun dirasakan sebagai makna dari wujud. Bobot, isi atau nilai menyangkut suasana (mood), gagasan (idea) dan ibarat pesan. Sementara penampilan menyangkut cara penyajian karya kepada pemerhati atau penikmat. Hasil karya sangat dipengaruhi oleh bakat (talent), keterampilan (skill) dan sarana/media.

unsur estetis

Fungsional

Bukan hanya indah, namun karya desain grafis sudah semestinya dapat digunakan pada kesempatan yang tepat serta susuai berdasarkan kebutuhan masyarakat yang memakainya. Baik itu seorang profesional maupun masyarakat umum.

unsur fungsional

Fleksibel

Yaitu mudah dinikmati oleh masyarakat manapun atau dalam kesempatan apapun. Artinya dalam membuat suatu karya harus bisa menyesuaikan diri terhadap situasi dan kondisi apapun. Tentunya kita dituntut untuk serba bisa mengikuti perkembangan jaman karena kita harus berteman dengan sebuah tren.

unsur fleksibel

Realized

Sebuah karya desain seharusnya dapat direalisasikan ataupun dibuat. Dalam hal ini, juga dipikirkan masalah kemudahan pembuatan, dan teknis pembuatan.

Ekonomis

Ekonomis yaitu dibuat dengan menyesuaikan keadaan ekonomi masyarakat yang menggunakannya atau sesuai dengan kondisi pasar. Untuk itu, desain dapat dibagi menjadi dua yaitu:

unsur ekonomis

Desain Exclusive

Desain yang mengikuti keinginan atau selera dari konsumen tertentu, walaupun harga jualnya tinggi mereka akan tetap membeli produk yang dibuat.

Desain Masal/Mass Production

Desain masal sering disebut sebagai “Repeat Design”, desain atau produk yang dibuat berulang-ulang karena permintaan pasar dan dengan harga jual yang relatif murah.

Pasar/Market

Yaitu hasil karya seni yang berorientasi pada hasil penelitian kebutuhan pasar saat itu (trend).

Untuk mengatasi masalah yang timbul dari perpaduan 6 unsur diatas tadi, seorang desainer grafis harus melakukan feedback (umpan balik) dengan memperhatikan antara lain:

Selera konsumen: kelompok individual yang merupakan kelompok minoritas dalam masyarakat. Dan kelompok mayoritas, kelompok masyarakat kelas menengah dan jumlahnya cukup besar (selera yang menikuti trend masa kini).

Gaya hidup: dapat dilihat dari kondisi sosial maupun kondisi geografisnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *